Save Your Social Energy in 2011 and Focusing Your Network into Your Passion


Tahun 2010 sudah hampir berakhir, entah berapa banyak saya bertemu dengan orang baru, dunia baru, dan komunitas baru yang berawal dari sebuah revolusi bernama Social Media. Mungkin jika digambarkan lingkaran sosial (social circle) saya akan seperti dibawah ini:

Result dari Social Network Analysis dengan menggunakan Microsoft NodeXL

Sangat kompleks bukan. Data diatas baru berdasarkan satu social media, facebook, belum twitter, dan lain-lain. Bisa dibayangkan berapa energi yang akan terkuras untuk membuat online dan offline relationship menjadi stabil. Apabila kita menggunakan teori dari Dr. Dunbar (Dunbar’s Numbers), bahwa primata idealnya memiliki jumlah grup (network) antara 140 – 150 individu, lebih dari itu tingkat kohesitas suatu network akan berkurang dan energi sosial yang harus dikeluarkan sangatlah besar. (Cek article tentang “Primates on Facebook: Even online, the neocortex is the limit”).

Untuk menjaga agar lingkaran sosial kita dengan baik, diperlukan energi. Energi ini disebut Energi Sosial. Dalam tulisan Scott H. Young tentang Social Energy, disebutkan bahwa Social Energy adalah energi yang didapatkan dari hasil stimulasi dengan lingkungan (environment) dan individu lainnya baik offline dan online. (Merasa familiar? yup, saya rasa semua netizen banyak yang melakukan ini.)

Social Media Clutter lead to Social Media Chaos

Pernah merasa lelah, jenuh, bahkan stress dalam melakukan aktivitas bersosialisasi di dunia online? Jika ya, bisa disimpulkan bahwa Energi Sosial teman-teman semua sudah terkuras.

Ratusan inbox di email, facebook, foursquare, ratusan comment di News Feed Facebook, blog, ribuan timeline di twitter, DM, bahkan mungkin chat yang perlu dibalas dalam Instant Messaging yang berbeda, inilah yang menyebabkan energi sosial terkuras. Belum lagi ketika spam atau hal-hal yang tidak penting bermunculan. Can we make it simple in one place?

Hal-hal diatas bisa disebut sebagai Social Media Clutter, dimana teman-teman terjebak dalam social media environment yang isinya adalah informasi yang bukan teman-teman inginkan tapi harus diterima karena mungkin itu dari teman di facebook, twitter, dan lain sebagainya. Dari Social Media Clutter ini maka akan mengantarkan kita ke Social Media Chaos.

Save your Social Energy

Tahun 2011 sudah di depan mata. Lingkaran sosial kita akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna social media di Indonesia. Permasalahannya adalah “Apakah kita bisa memaksimalkan lingkaran sosial yang ada yang bertujuan dengan tujuan hidup kita?” atau mungkin kita sebagai makhluk sosial masih belum mengetahui “Untuk apa kita membina hubungan dan memperbanyak jaringan dengan setiap individu?”

Pertanyaan terakhir harus dijawab terlebih dahulu. Apa tujuan kita membina hubungan dan memperbanyak jaringan? Apakah itu sudah relevan dengan interest atau passion kita? Jika belum, saran saya, fokuskan lingkaran sosial yang teman-teman miliki dengan passion. Scott H. Young membuat software open source yang membantu kita untuk menentukan tujuan hidup kita dan berlatih untuk focus dengan apa yang kita tuju dengan bersosialisasi (bisa teman-teman download disini).

Setelah pertanyaan pertama terjawab, bagaimana dengan “Apakah kita bisa memaksimalkan lingkaran sosial yang ada yang bertujuan dengan tujuan hidup kita?” Memaksimalkan yang dimaksud adalah melakukan kegiatan yang efisien dan efektif dalam penggunaan Energi Sosial yang kita punya. Berikut adalah tips untuk melakukan Save Social Energy:

  1. Buatlah semua kebutuhan online dan social media dalam satu tempat. Jika pada saat ini teman-teman banyak melakukan aktivitas online dengan menggunakan beragam cara, cobalah gunakan aplikasi/software/browser yang sudah menyediakannya dalam satu tempat. Centralize.
  2. Gunakan waktu secara efisien dan efektif. Kita cuma punya waktu 24 jam. Bisa dibayangkan apabila kita melakukan aktivitas di sosial media yang menguras waktu tapi tidak berkaitan dengan tujuan hidup kita.
  3. Setting Back Again your Social Media Account! Pernah merasa di-tag foto atau gambar yang kita tidak inginkan, dan membuat wall di profile kita seperti pasar malam? Jika ya, maka saatnya mengatur kembali pengaturan (privacy, permission, dsb) di social media account teman-teman.
  4. It’s not about quantity, it’s all about quality. Sudah saatnya teman-teman berbagi hal-hal yang berkualitas di sosial media. Think before you tweet, and update your status! Janganlah kita membuat teman-teman kita merasa terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Janganlah kita menguras energi sosial mereka, bukankah kita juga tidak ingin apabila hal yang tidak penting mengganggu kita. ūüėÄ
  5. Gunakan teknologi secara pintar, janganlah teknologi yang seharusnya membuat kita mudah malah membuat susah dan rumit (teknologi paradoks).

Mari kita maksimalkan energi sosial yang kita punya untuk membuat hidup menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk lingkaran sosial kita dan masyarakat.

Primates on Facebook

Even online, the neocortex is the limit

Iklan

6 thoughts on “Save Your Social Energy in 2011 and Focusing Your Network into Your Passion

Add yours

      1. sip
        saya kira kemaren saya bosan dengan facebook, akhirnya aktif di twitter, setelah astu bulan di twitter juga udah bosan lagi, saya kira ada kaitannya dengan social energy ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: