Up in The Air: Dialog Cerdas dan Pesona George Clooney


Up in the air Poster

Up in the Air adalah karya Jason Reitman yangmeraih 6 nominasi Academy Awards termasuk Best Picture dan Best Actor (George Clooney). Film-film dengan dialog yang cerdas memang masih menjadi andalan sutradara yang juga membuat flm Thank You for Smoking dan Juno. Film yang diangkat dari novelnya Waiter Kirn yang secara big picture menggambarkan tentang hubungan antar manusia (human connection).

Novel Up in The Air

Film ini bercerita tentang  perjalanan seorang Ryan Bingham (George Clooney) yang mempunyai pekerjaan yang unik, membantu perusahaan dan bos-bos yang pengecut untuk memecat pegawainya sendiri dan bagaimana Ryan menghabiskan hidupnya dari bandara ke bandara, hotel ke hotel, dan menjadi seorang motivator. Dari kesibukannya itu, ia kehilangan kehidupannya yang sebenarnya.

Dalam perjalanannya, Ryan bertemu dengan wanita karir yang menarik dan juga super sibuk, Alex Goran (Vera Farmiga). Ryan mulai merasa ada ketertarikan dengan Alex, meskipun ia menganggap hubungannya tidak akan mencapai jenjang yang lebih jauh karena ia sendiri tidak percaya dengan pernikahan (sepertinya ini terjadi juga pada kehidupan nyata George Clooney yang sampai saat ini belum juga punya niat untuk menikah, dan mungkin tidak akan menikah). Ryan mulai membina hubungan dengan Alex, dan menganggap hubungan mereka berdua terbina dengan baik. Padahal Alex menyimpan rahasia yang akan membuat Ryan akan kecewa.

Pada satu waktu, bosnya Ryan, Craig Gregory (Jason Bateman) mengumpulkan seluruh pegawainya dalam meeting untuk memperkenalkan suatu sistem baru untuk memotong cost dalam memecat orang, sistem online dengan menggunakan fitur Video Chat.  Sistem ini diusulkan oleh pegawai baru, Natalie Keener (Anna Kendrick), yang baru saja lulus kuliah. Ryan yang agak keberatan dengan sistem ini, kemudian ia mengutarakan kepada bosnya bahwa pertemuan tatap muka langsung lebih baik daripada menggunakan online.

Continue reading “Up in The Air: Dialog Cerdas dan Pesona George Clooney”

Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina


Confucious Movie Poster

Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Film yang disutradarai oleh Mei Hu, dan diperankan secara total oleh Chow Yun-Fat sebagai Kong Qie ini memang sarat akan nasionalisme.  Dalam film ini karir politik Kong Qie di kerajaan Lu diperlihatkan oleh sang sutradara, bagaimana dari seorang walikota menjadi seorang menteri hukum dan kemudian menjadi pengganti perdana menteri. Confucious menentang ajaran-ajaran feodal, perbudakan, kekerasan pada wanita dan anak, korupsi, dan politik kotor.

Seperti film kolosal Cina lainnya, saya pasti terkagum-kagum melihat setting cerita ini yang ditata dengan sangat detail sehingga penggambaran era Cina sebelum masehi terlihat sangat indah dan menawan. Mis en Scene (pengadegan) yaitu pencahayaan, pewarnaan, koreografi gerak kamera, pemilihan angle kamera dan pemain-pemainnya sangat baik diterapkan oleh Mei Hu.

Naik dan Datar

Kekurangan pada film ini terletak pada membangun suasana untuk penonton. Pada awal film, penonton awam akan mulai beradaptasi dengan para tokoh yang muncul satu per satu dalam setiap adegan, kemudian penonton juga akan berusaha memahami situasi hubungan Kerajaan Lu dengan kerajaan lainnya. Setelah itu, barulah suasana film terbangun dengan sangat baik, penonton akan tertawa dengan kecerdikan Kong Qie, dan bagaimana penggambaran perang dengan Special Effect yang menarik.

Continue reading “Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: