Meramal Masa Depan Digital dan Media Sosial Indonesia 2012


41.777.240, 872.461, 5.600.000, 3.725.258.

Apakah deret angka diatas begitu berarti bagi Indonesia?

Bagaimana dengan ini; 41,777,240 pengguna Facebook di Indonesia (kedua terbesar di dunia), 872,461 pengguna linkedin Indonesia, 5,600,000 pengguna twitter Indonesia, 3,725,258 member Kaskus, dan itu semua tercatat di tahun 2011? Fantastis. Perkembangan dunia digital yang diiringi pertumbuhan penggunanya di Indonesia bisa dibilang sangat signifikan, dari pengguna internet secara umum sampai dengan smartphone, dari kampanye brand sampai dengan fenomena twit berbayar.

Tahun 2011 lalu, kita juga melihat perubahan perilaku manusia dalam berkomunikasi, melakukan keputusan, mengkonsumsi media, dan berbelanja. Dalam berkomunikasi, instant messenger (blackberry messenger, whatsapp messenger, dan bentuk lain dari pesan instan) menjadi alat primer untuk bisa selalu terhubung satu sama lain. Bahkan ketika melakukan mention / direct message di twitter, kita merasa seolah-olah mengenal betul orang tersebut, meskipun belum pernah sama sekali bertemu.

10 levels of intimacy in today's communication
10 level jenis komunikasi intim di era digital (source: pleaseenjoy.com)

Perubahan berkomunikasi ini sangat juga mempengaruhi persebaran komunitas-komunitas online. Tidak hanya komunitas berbasis hobi/kesukaan saja yang berkembang pesat, tapi juga komunitas yang didasari oleh gerakan sosial, seperti Indonesia Berkebun (@idberkebun), Akademi Berbagi (@akademiberbagi), Blood For Life (@bloodforlife), Indonesia Bercerita (@idcerita), Komunitas MyMilk (@mymilk_id), dan beberapa komunitas lainnya.

Tren belanja online (eCommerce) pun semakin meningkat. Riset yang dilakukan oleh DailySocial menyatakan bahwa 26% responden melakukan surfing/browsing terhadap produk, 25% melakukan komparasi harga sebelum melakukan pembelian offline, dan 38% melakukan surfing terhadap produk dan kemudian membelinya secara online. Yang menarik dari riset eCommerce ini adalah 92% customers puas dalam melakukan belanja online.

Perilaku eCommerce di Indonesia

Selanjutnya, apa yang akan terjadi di tahun 2012? Dari beberapa data, insights, tren global dan lokal, saya mencoba untuk “menerawang”, what will happen in 2012,

1. Lebih fokus kepada engagement.

Mungkin di tahun 2011, banyak institusi/brand yang baru mencoba dunia digital dan social media di permukaan. Sehingga indikator dalam mengukur kesuksesan sebuah campaign masih melihat dari sisi kuantitas (baik itu jumlah followers, fans, maupun click). Tetapi dengan diluncurkannya Facebook content engagement insight, banyak brand yang mulai sadar bahwa number is not everything. Percuma memiliki fans/followers yang banyak, tetapi ternyata mereka tidak engage yang berakibat minimnya leads dan sales yang dihasilkan. Jadi, di tahun 2012 ini, fokus untuk peningkatan engagement menjadi prioritas utama bagi setiap campaign.

Contoh User Engagement Analytics

2. Konvergensi Teknologi dan Media Sosial

Social TV, Livetweet Interactive Display, Kinect Technology, Projection Mapping, Augmented Reality, Sense Eye Technology, Location Based dan berbagai macam teknologi baru lainnya akan terintegrasi dengan social media. Sehingga akan tercipta output yang lebih personal dari teknologi tersebut. Konvergensi ini akan digunakan dalam berbagai macam keperluan, misalnya dalam sebuah acara peluncuran sebuah produk atau acara-acara aktivasi brand, keperluan aksesoris store atau restoran, billboard digital, vending machine, dan keperluan penting lainnya.

3. The Rising of Mobile Apps 

Berdasarkan data Digital Consumen Nielsen Indonesia, dengan penetrasi penggunaan smartphone untuk mengakses internet yang meningkat sebesar 67% tahun 2012 menjadi tahunnya aplikasi mobile.

source: media-ide.com
tampilan salah satu apps foto: instagram

Mobile Site yang dilengkapi mobile apps akan menjadi salah satu tools penting untuk melakukan campaign, terhubung langsung dengan konsumen, membesarkan komunitas online, bahkan ada yang mengatakan bahwa aplikasi yang berbasis foto (seperti instagram dan sejenisnya) akan menjadi aplikasi paling favorit di tahun 2012.

4. Social Commerce menjawab gap dalam konsep eCommerce

Permasalahan eCommerce Indonesia yang selama tahun lalu belum bisa memberikan solusi rekomendasi pengguna yang komprehensif dan masih stuck dalam strategi SEO (Search Engine Optimization), akan terjawab dengan konsep Social Commerce. Konsep Social Commerce ini mengintegrasikan website dengan jejaring sosial, baik dari registrasi sampai dengan membuat etalase yang interaktif didalam Facebook Page dengan aplikasi store yang didukung langsung dengan sistem pembayaran online.

5. Praktik Social Media yang lebih luas

2012, dunia digital Indonesia akan mulai dibanjiri oleh beberapa industri tambahan yang juga akan memanfaatkan saluran media social untuk melakukan promosi. Beberapa industri yang akan mulai masuk ke media sosial lebih aktif lagi, diantaranya adalah industri di bidang kesehatan, perbankan, retail, travel bahkan sampai berbagai macam UKM akan membanjiri social media.

Kira-kira lima prediksi diatas yang mungkin bisa membantu melihat masa depan digital di Indonesia. Bisa jadi benar, bisa jadi meleset (sedikit, mudah-mudahan). Apapun kenyataannya, semoga menjadikan dunia digital dan media sosial Indonesia yang lebih baik lagi. Jadi, yang patut ditanyakan kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah benar-benar siap?

Iklan

4 thoughts on “Meramal Masa Depan Digital dan Media Sosial Indonesia 2012

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: