Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina


Confucious Movie Poster

Memang wajar kalau Cina disebut sebagai pusat peradaban disamping Timur Tengah dan Eropa pada jaman dulu. Ajaran Kong Qie, yaitu Konfusiusisme, murid dari Lao Tse ini sudah ada dari masa sebelum masehi dan masih relevan untuk diterapkan di dunia yang serba kacau ini. Kebaikan, kejujuran, kesopanan, cinta tanah air dan sesama adalah nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Film yang disutradarai oleh Mei Hu, dan diperankan secara total oleh Chow Yun-Fat sebagai Kong Qie ini memang sarat akan nasionalisme.  Dalam film ini karir politik Kong Qie di kerajaan Lu diperlihatkan oleh sang sutradara, bagaimana dari seorang walikota menjadi seorang menteri hukum dan kemudian menjadi pengganti perdana menteri. Confucious menentang ajaran-ajaran feodal, perbudakan, kekerasan pada wanita dan anak, korupsi, dan politik kotor.

Seperti film kolosal Cina lainnya, saya pasti terkagum-kagum melihat setting cerita ini yang ditata dengan sangat detail sehingga penggambaran era Cina sebelum masehi terlihat sangat indah dan menawan. Mis en Scene (pengadegan) yaitu pencahayaan, pewarnaan, koreografi gerak kamera, pemilihan angle kamera dan pemain-pemainnya sangat baik diterapkan oleh Mei Hu.

Naik dan Datar

Kekurangan pada film ini terletak pada membangun suasana untuk penonton. Pada awal film, penonton awam akan mulai beradaptasi dengan para tokoh yang muncul satu per satu dalam setiap adegan, kemudian penonton juga akan berusaha memahami situasi hubungan Kerajaan Lu dengan kerajaan lainnya. Setelah itu, barulah suasana film terbangun dengan sangat baik, penonton akan tertawa dengan kecerdikan Kong Qie, dan bagaimana penggambaran perang dengan Special Effect yang menarik.

Akan tetapi pada saat pertengahan film menjelang akhir, penonton akan merasa bosan karena suasana setelah naik di awal berbenturan dengan suasana datar di tengah menuju akhir dari film ini. Ini cukup membuat penonton mengantuk sesaat, mulai bermain handphone mereka atau sekedar mengecek kembali apakah snack mereka masih cukup sampai akhir film atau tidak.

Strategi Komunikasi Pemerintah Cina

Dana pembuatan Confucious ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Cina. Dalam film sangat jelas terlihat propaganda-propaganda nasionalis dan cinta tanah air negara adikuasa baru ini untuk rakyatnya (dan mungkin untuk masyarakat dunia).

Film Confucious merupakan salah satu implementasi dari strategi komunikasi pemerintah Cina untuk mengangkat semangat Nasionalisme rakyat Cina. Bagaimana seorang rakyat harus rela berkorban untuk negaranya, kesetiaan, dan menunjukkan bahwa The Great Empire of China akan bangkit

Saat ini, Cina memang sudah menguasai ekonomi dunia, lihatlah barang-barang Cina, meskipun kualitas masih nomor dua, tapi kehadirannya yang ada dimana-mana di seluruh belahan dunia ini membuat ekonomi barat dan timur dibuat pusing. Para ilmuwan Cina yang ada di seluruh dunia diajak untuk kembali ke negaranya memperkuat penelitian di Cina. Terlihat juga bagaimana ketidakberdayaan Google yang ditunggangi oleh pemerintah AS melawan tekanan pemerintah Cina untuk menanamkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi macet di tengah jalan. Hebat!

Lalu, bagaimana dengan Indonesia, seberapa jauh sih apresiasi pemerintah Indonesia terhadap dunia film dan apakah dalam strategi komunikasi, film masuk didalamnya? Tanya saja kepada rumput yang bergoyang, dan mungkin rumput yang bergoyang akan menjawab “Pemerintah Indonesia justru sudah membuat film dengan dana milliaran, dan berhasil membuat rakyat bingung, investor bingung, dan membuat penonton muntah semuntah-muntahnya?”

“Memang filmnya film apa?”

“Itu loh film Pansus Century dan Politikus Genit!”

Iklan

2 thoughts on “Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: