Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa

Standar

Inilah posting paksaan dari dalam diri gw. Inilah posting yang benar-benar terpaksa, why? karena ini menyangkut hidup dan mati blog ini. blog yang jadi hobi gwe selama ini.

Phuihhh, gila memang, ini juga akibat membaca bukunya Ndorokakung “Nge-Blog dengan Hati” (two thumbs up!!), ini juga karena gwe udah cinta sama dunia blogging, karena gwe sayang banget sama yang namanya wordpress, blogger, mashable, dan yang pasti sama komunitas blogger Bogor (Blogor).

Dorongan juga didapat dari gempitanya Pesta Blogger 2009, gempitanya Social Media, Cyber PR, WEb 2.0, wiki, kolaborasi, open source, online community, dan kasus OMNI!

Walah-walah, gwe seolah-olah kaya dikejar sama jutaan “Online Things” sambil teriak “Pandu, pandu, sini..sini, gabung donk sama kita-kita, kita unik loh, sangat bermanfaat bagi kemasyalahatan umat, bikin hidupmu lebih GILA, eh salah deng lebih SERU, ayo joined, gampang kok, cum klik Sign Up, isi data pribadi, langsung maknyusss”

Buset gak tuh, tarik sana sini, phuihhhh… tiba2 jadi stress mendadak, kebawa mimpi (guys u know, bahkan di dalam mimpi sempet2nya gwe updated status twitter gwe)

stress kill your brain

Ati-ati banget, gwe menjaga supaya ngga stress. Gwe namain Online-Stress. Kata Ndorokakung, klo memang sampeyan stress di dunia maya coba deh hentikan dulu aktivitasnya. Buat kopi, jalan-jalan, relax sejenak… Sayang sekali Ndoro, tidak bisa dilakukan di tempat saya mencari nafkah (Jakarta), yang ada malah tambah stress..

Akhirnya cobain cari cara buat ngilangin stress, ternyta sedikit berguna:

stress releasePhuihhhhh….Lganya.

Eh ngga sadar gwe nulis segini banyak, akhirnya berhasil buat postingan pertama setelah sekian lama mendua (dengan facebook)

dan ternyata ada satu cara lagi ngilangin stress:

NGEBLOG!!

nge-blog-dengan-hati1

welcome my new blogging period! I miss it so much!! Hmmmuachhh