Bagaimana agar konsep Work-Life Balance bisa terlaksana dengan baik

Video

Nigel Marsh, pakar marketing, strategi, dan organisasi kreatif melakukan pencarian eksperimen tentang bagaimana konsep work-life balance bisa bekerja. Berikut adalah penjelasan yang ia ungkap di TED:

An Unexpected Journey (part Two) – #Zeitgeist2013

Standar

Di post sebelumnya, saya janji untuk menceritakan apa saja yang menarik di 2013. Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya di 2012.

Berikut adalah momen yang mewarnai 2013:

Menjadi Trainer

training imiii

Satu tahun terakhir ini saya aktif menjadi trainer & instructor di IMII. Thanks untuk teman saya Nanda yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang digital & social media. Saya juga sangat senang bisa belajar bersama dan berkolaborasi dengan speaker lainnya di setiap sesi training. Untuk topik training, saya dipercaya untuk menyampaikan topik Digital Roadmap, Digital Marketing, Social Media & Online PR, dan Social Media for Internal Communication & Collaboration.

Di training ini saya juga bisa belajar dari peserta dan mengetahui bagaimana peta kematangan digital industri di Indonesia sebenarnya. Digital is one of our nation potential market in the future! Serius!

Traveling bahagia
Ada pepatah yang bilang, bahwa sebenarnya yang penting dalam traveling bukan tempat tujuannya, tapi dengan siapa kita traveling-nya. Setuju banget! Dari tempatnya, saya yakin bahwa teman-teman sudah pernah berkunjung berkali-kali ke destinasi wisata berikut; Bali, Bandung, Sawarna, dan Taman Safari; tapi bagi saya setiap perjalanan punya momen yang tepat dan spesial.

Bali

roomatbali

Ini kali pertama saya dan Fety menginjakan kaki di pulau dewata. Hal yang paling berkesan adalah Ubud dengan Room@Bali-nya, Roadtrip menggunakan motor, Uluwatu, & Water Sportsnya.

Bandung

Bandung

Pernikahan sahabat saya Bayu & Tria di Kota Kembang ini spesial, karena pertama kami berangkat rombongan ke TKP (Tempat Kejadian Pernikahan) menggunakan bis. Kedua, perjalanan seru pisan, karena selama tiga jam berangkat dan tiga jam pulang bisa ngobrol dan berkelakar ria sambil dengerin JuiPurwoto lempar bit-bit Standupnya.

Taman Safari, Cisarua.

Miibo - Taman Safari

Benar-benar pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan. Outing pertama keluarga Communicaption. Belajar tentang fauna, memeluk gajah, harimau, dan orang utan. Dan menikmati segarnya Cisarua sambil melahap timbel bikinan mama! :)

Sawarna

sawarna

Pantai indah ini ternyata menyimpan spot eksotis tersembunyi. Perjalanan Sawarna adalah perjalanan yang menyadarkan kami betapa hidup terlalu singkat untuk dihabiskan di belakang meja kantor. NolDerajatID, komunitas wisata yang mengusung konsep eco-tourism, membawa kami ke sebuah perjalanan sehat lahir dan batin. Saya salut kepada teman saya Dinar & Yoki, Founder NolDerajatID yang berhasil membuat trip kami menjadi spesial!

Ikut Kelas Inspirasi – Indonesia Mengajar

Kelas Inspiras - indonesia mengajar

Ikut KI merupakan pengalaman yang tak ternilai. Melihat bagaimana antusiasme belajar dari murid-murid SD di sekolah yang belum mempunyai sarana dan prasarana lengkap. Seharusnya di KI  tugas pengajar adalah menginspirasi murid, eh malah murid-murid SD ini yang menginspirasi kita. Oh ya sebagai catatan, ternyata menjelaskan tentang digital dengan bahasa awam dan mudah dimengerti kepada anak-anak memang sangat sulit.

“Bagi Anda hanya satu hari cuti bekerja, namun bagi murid-murid itu bisa menjadi hari yang menginspirasi mereka seumur hidup. Berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjadi cita-cita dan mimpi mereka.”

-Anies Baswedan

SMSC semakin berkembang

Social Media Strategist Club Indonesia

Di tahun 2013, SMSC berhasil tumbuh menjadi lebih dari 1300 anggota. Meskipun anggotanya semakin banyak, tapi engagement dan diskusi di dalam group tidak menurun, malah semakin aktif. Dan di tahun lalu, kita sudah berhasil mengadakan lima meetup.

Terima kasih untuk para moderator, Co-moderator Event, Co-moderator Content, pihak sponsor, dan tentunya semua anggota SMSC.

ps: di bulan ini kita ada meetup di kantornya Google loh :)

Communicaption Content Studio

Communicaption

Yeay! Tahun ini CommCap punya Content Studio. Letaknya pun sangat sangat familiar, di salah satu rumah teman kami di daerah Pabaton. Meskipun virtual space adalah kantor bagi Communicaption, kami yang mengusung RemoteWorking ternyata butuh tempat juga untuk bekerja, eh salah, main Fifa & download via torrent. Ini sama pentingnya dengan bagaimana darah di otak bisa lancar, dan oksigen mengalir ke seluruh tubuh dengan baik.

Positive Impact Progress

RAcK melakukan movement Listen2Earth. Ini kali pertama saya merasakan kolaborasi digital dari bidang yang berbeda namun saling melengkapi dan dengan tujuan Social Impact. Disamping itu, di penghujung akhir tahun pun, kami punya kesempatan untuk support GreenPeace. Mari menuju Nol Deforestasi!

Awaiting Little You

image by Rawan Mohammad http://www.flickr.com/photos/rnona/

image by Rawan Mohammad http://www.flickr.com/photos/rnona/

Saya dan istri sangat berbahagia, karena tepat di tanggal 23 Desember 2013, jumlah garis di testpack menunjukkan 2 bar! Setelah esoknya diperiksakan di dokter, Fety positif hamil. Semoga dilancarkan proses kehamilannya sampai 9 bulan nanti. Mohon doanya teman-teman!

—————————–

Kira-kira seperti itu momen-momen indah di 2013. Semoga 2014 kehidupan semakin berwarna, suhu bumi semakin sejuk, kemacetan berkurang, aktivitas produktif meningkat, dan momen indah semakin bertambah!

Life is not measured in minutes, but in moments
– Benjamin Button

2014, The Year of Action

Standar

2013 saya seperti melakukan hiatus. Hiatus dari menulis rutin di blog ini, ‘bersuara’ di social media, melakukan networking, sampai dengan hiatus membuat sebuah karya nyata. 

Alasannya? Sibuk.

Iya, tapi sebenarnya sibuk alasan klise. Alasan sebenarnya adalah saya kehilangan gairah karena terlalu banyak melakukan planning. Iya perencanaan. Ada yang bentuknya proposal ada yang bentuknya roadmap, dsb.

Planning itu memang penting. Tapi saya sadar, ternyata orang yang tidak pernah melakukan planning, dan langsung beraksi malah lebih punya tempat dan seperti berjalan maju (ada progress!). Itu makanya, profesi Strategist & Analyst tidak terlalu banyak di negeri ini, karena bebannya pikirannya berat. Yup, dia harus berpikir sampai ngebul, riset, menjabarkan detail setiap konsep, dsb. Tapi tidak ada penilaian / penghargaan yang fair.

Kenapa? Karena khalayak tidak bisa melihat keindahan dari sebuah strategi, sampai strategi atau rencana tersebut dijalankan.

Satu lagi, kebanyakan khalayak ketika sedang menjalankan sebuah rencana atau roadmap akan melupakan rencana detail yang sudah dibuat. Mereka akan fokus ke bagian-bagian yang mereka anggap penting. Analoginya:

Satu keluarga akan pergi berbelanja untuk kebutuhan renovasi rumah. Sebelumnya mereka sudah membuat konsep dan daftar persiapan sampai dengan apa yang harus dibelanjakan.

Ketika sampai di tempat belanja, sang ayah dan ibu malah berdebat mengenai warna dan ukuran sebuah jam dinding yang akan menggantikan jam dinding lama mereka. Sedangkan sang anak merengek untuk dibelikan kasur air. Waktu mereka terbuang, dan sebagian dari barang yang ada di daftar belanja tidak terbeli.

Mereka berhasil merusak konsep dan rencana yang dibuat jauh-jauh hari.

Jason Fried mengatakan di bukunya, Rework, tentang berbahayanya ketika kita mengagung-agungkan planning. Dia menyarankan untuk menggantinya dengan istilah guessing.

Busting your ass planning something important? Feel like you can’t proceed until you have a bulletproof plan in place? Replace “plan” with “guess” and take it easy. That’s all plans really are anyway: guesses.

So next time you’re working on a business plan, call it a business guess. And that financial plan? It’s a financial guess. Strategic planning? Call it with it really is: a strategic guess. 5 year plan? You mean 5 year guess.

There’s nothing wrong with guessing, dreaming, or predicting, but it’s not planning. Planning’s too definite a term for most things. We often use planning when we really mean guessing. And what we call it has a lot to do with how we think about it, do about it, and devote to it. I think companies often over think, over do, and over devote to planning.

So next time call a plan a guess and just get to work.

source: Signal vs Noise, 37signals blog

Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi dan mengubah sebuah rencana yang sudah disiapkan. Lebih baik melakukan perencanaan yang efektif dan efisien, kemudian lakukan implementasi dengan baik dan disiplin.

2013 belum maksimal? Ya, saya akui. Tetapi meskipun begitu ada banyak hal menarik yang terjadi di tahun lalu (saya akan ceritakan di post selanjutnya!).

Jadi, mari kita canangkan 2014 menjadi tahun yang produktif!
Jangan biarkan meeting demi meeting yang tidak penting terjadi!
Hindari perencanaan yang terlalu lama dan rumit!
Manfaatkan waktu sebaik mungkin!

Selamat berkarya kawan!

Introduction to Full Circle #DigitalFramework

Standar

Di tempat kerja sebelumnya, saya seringkali melihat digital hanya dari dua sisi saja, creative part & measurement part. Hasilnya, beberapa project berakhir seperti konser dengan banyak performance art, tata panggung dan cahaya yang spektakuler, diobrolkan oleh pengunjung, ya paling lama sebulan, lalu… berakhir begitu saja. Begitu tau feedback (yang nyatanya dangkal) dari konser tersebut malah sudah puas. Selanjutnya.. nanti-nanti bikin konser yang beda di konsep kreatifnya saja. 

Tapi semenjak di tempat yang baru, dengan pikiran yang terbuka, saya banyak belajar esensi dan big picture dari sebuah kerangka digital yang utuh. Bersama teman-teman di RAcK digital dan InboundID, kami mencoba menjabarkan dan melihat sebuah kolaborasi yang seharusnya dijalankan bersamaan tanpa ada judge bahwa “bagian yg ini hanya pelengkap ya.” Sehingga, kami muncul dengan sebuah kerangka hasil kolaborasi antara Creative, Optimization, dan Measurement, kami menamakannya Full Circle Digital Framework:

Full Circle Digital Framework

Full Circle Digital Framework

Seperti konsep marketing 360, digital pun punya yang namanya 360 framework dimana creative strategy tidak bisa berjalan sendiri, harus dilengkapi dengan optimization strategy, sehingga goal utama dari sebuah project / campaign / brand bisa tercapai dengan hasil yang sempurna.

Di bagian lingkaran biru, itu merupakan role dari sisi kreatif, sedangkan yang hijau dari sisi performance, dan di tengah adalah salah satu core yang harus dimiliki oleh kedua sisi, pengukuran yang berkelanjutan. Setiap brand / organisasi / perusahaan bisa menjalankan seluruh poin aktivitas dari lingkaran tersebut untuk masuk ke digitalverse secara komprehensif, atau bisa juga untuk menjalankan beberapa poin saja  sesuai dengan (short-term) objective dan current state-nya. (mengenai setiap poin di dalam lingkaran tsb, akan saya jelaskan di post selajutnya).

Full Circle Digital Framework ini bisa saya bilang masih dalam versi 1.0, yang saya yakin masih bisa disempurnakan, mengingat selalu saja ada pendekatan strategi digital yang baru sesuai dengan perkembangan fondasi dasar dari ilmu marketing, komunikasi dan new media channel yang terus berinovasi.

Sekarang pertanyaannya, sudahkah brand / organisasi Anda menjalankan ketiga kombinasi ini secara berkelanjutan? 

Infographic Player: Fitur Terbaru Slideshare untuk Memperkuat Distribusi Konten

Standar

Mungkin sudah tidak asing lagi dengan SlideShare, social media yang mengangkat kekuatan slides / presentasi untuk berbagi knowledge. Baru saja hari ini diumumkan, bahwa Slideshare meluncurkan fitur Infographic Player, dimana pengguna bisa mengunggah dan menikmati konten dalam bentuk Infographic.

Sudah kita ketahui bahwa, Infographic semenjak akhir tahun 2011 lalu menjadi salah satu konten yang “naik daun” dan dicari oleh Netizen. Dan menariknya, Infographic jadi salah satu konten yang mempunyai tingkat shareability paling tinggi. Untuk menjawab penetrasi konten yang semakin meningkat, Slideshare menjawabnya dengan mengeluarkan fitur yang ditunggu-tunggu oleh pengguna loyalnya.

Dengan semakin bertambahnya pengguna global, dan akuisisi Slideshare oleh LinkedIn, sudah bisa dipastikan channel ini patut diperhitungkan posisinya dalam fase distribusi Content Marketing bagi brand / organisasi / atau individu dalam menyampaikan values dan ideas kepada target audiencenya.

Berbagi knowledge “Viral Marketing” di kopdar Social Media Strategist Club #SMSCHore

Standar

Bulan Ramadhan tidak menyurutkan aktivitas kami untuk melakukan kopdar. Yak, kopdar Social Media Strategist Club, atau yang lebih dikenal dengan #SMSCHore kembali diadakan Jumat (19/07) lalu, dengan mengangkat topik “Viral Marketing”.

Ambience #SMSCHore yang selalu ramai dan seru

– Ambience #SMSCHore yang selalu ramai dan seru

Di kopdar yang ke-5 ini, SMSCRockStar yang sharing ialah Mu’min Santoso (@msantoz), VP Marketing Service, Alfa Merah Kreasi (Semut Api Colony & Klix Digital) dan Elvira Puspasari Chandra (@elvirapc), Brand Associate, Nutrifood Indonesia.

@msantoz & @levirapc

–  @msantoz & @elvirapc

Alhamdulillah, setiap #SMSCHore yang kami adakan selalu “padat merayap” baik dari member, maupun dari sponsor yang berpartisipasi. Ramai dan serunya kopdar #SMSCHore di bulan Ramadhan ini tidak lepas dari kontribusi para moderator dan co-moderatornya, juga antusiasme para membernya yang growth-nya sangat positif.

SMSC Indonesia

Untuk yang tidak sempat datang, berikut adalah presentasi dari kedua speakers, Enjoy ☺

Lanjutkan membaca

#Listen2Earth, Gerakan Cinta Bumi dari Nadya Hutagalung

Standar

1364017554482553893

Dalam rangka mendukung Hari Earth Hour yang pada tahun ini jatuh pada hari ini (23/03), Nadya Hutagalung yang merupakan duta Earth Hour sejak 2008 menggalang gerakan #Listen2Earth bersama komunitas Green Kampong

Gerakan #Listen2Earth tidak berhenti hanya dengan aktifitas sharing di media twitter dan instagram. Didukung oleh beberapa kolaborator, greenkampong.com membangun sebuah aset digital berupa hashtag visualization engine yang akan melacak hashtag-hashtag utama dari gerakan Earth Hour (akan live menjelang EarthHour)

Mengenai alasan utama yang mendasari pembuatan visualization engine yang bisa dilihat di www.greenkampong.com/listen2earth. Nadya Hutagalung, pendiri dari komunitas greenkampong.com menyatakan” Green Kampong dan RAcK Digital, salah satu kolaborator & pendukung Earth Hour, memutuskan untuk bersama-sama menunjukkan kepada komunitas global, kekuatan collective dari aksi-aksi individual. Keberhasilan program Earth Hour dan tingginya semangat perubahan membuat kami ingin menunjukkan dampak positive yang dibuat oleh para individu”.

“Hashtag #Listen2Earth kami pilih karena sudah waktunya kita mulai mendengarkan gejala-gejala ketidakseimbangan lingkungan. Kami melihat media digital memungkinkan penggabungan 3 kekuatan yaitu komunitas – kreatifitas – Kurasi data”, ujar Savitri Wibisarto dari RAcK Digital yang diamini oleh Ridho Putradi dari InboundID.

Didukung oleh NoLimitID & Rolling Glory yang juga sempat mendukung visualisasi dari pemilihan gubernur Jakarta 2012, Nadya berharap netizen akan menyadari besar dan indahnya dampak aksi individual terhadap kelangsungan keseimbangan lingkungan. Untuk membantu penyebaran content dan hasil dari aktifitas ini, Green Kampong juga didukung oleh InboundID sebuah perusahaan inbound marketing di Jakarta.

1364017620948200346

Sosial media sudah menunjukkan bahwa peran luar biasa dalam keberhasilan project Earth Hour di Indonesia dimana jumlah kota yang ikut serta mendukung program ini berkembang 4 kali lipat dari 5 kota di tahun 2011 menjadi 21 kota di tahun 2012. Menurut Nadya “Dengan percaya bahwa kita SEMUA bisa menjadi change-makers, langkah awal untuk mebuat perubahan sudah terjadi. Dan seperti yang selalu saya percaya, People Power Saves the Day!”